Tosan Aji
Tosan aji (senjata pusaka) seperti keris dan tombak masih dimiliki oleh sebagian besar warga Margokaton. Benda pusaka ini tidak hanya dihargai sebagai warisan leluhur, tetapi juga dianggap memiliki tuah dan menjadi simbol kewibawaan serta spiritualitas. Tradisi merawat dan jamasan (membersihkan pusaka) masih dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Bagi masyarakat Margokaton, merawat pusaka atau ngrumat tosan aji merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, bukan semata-mata karena kekuatan mistisnya. Prosesi jamasan dilakukan dengan niat menjaga kebersihan dan kelestarian budaya, bukan untuk dipuja secara berlebihan. Dalam pandangan mereka, pusaka adalah simbol perjuangan, keteguhan, dan etika kehidupan, sehingga penghormatan yang diberikan tetap dalam koridor keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, jauh dari unsur kemusyrikan.