Wayang Wong Thengul
Wayang Wong Thengul dari Sanggar Seni MATON Seyegan ini barangkali menjadi satu-satunya di Indonesia. Didirikan oleh Mujidal pada tahun 1967. Kesenian ini akan menambah khasanah dan memperkuat potensi kebudayaan di Kabupaten Sleman, sekaligus untuk memperkuat dan memperkokoh keistimewaan DIY. Wayang Wong Thengul mengalami masa kejayaannya pada tahun 1967 hingga 1980 an dan semenjak itu hingga kini mengalami masa kevakuman. Menurut Mujidal, fenomena tersebut dikarenakan beberapa hal, diantaranya dikarenakan banyak anggota yang pindah tempat tinggal, anggota lanjut usia, keterbatasan sumber dana serta kekurangan alat musik maupun kostum.
Wayang Wong Thengul merupakan seni pertunjukan teater tradisional kerakyatan yang berkembang di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak zaman Jepang. Wayang Wong Thengul merupakan seni tari yang menirukan olah kridha wayang golek/kayu jadi gerakan kaku dan patah-patah. Wayang wong wayang orang biasanya mengambil tema cerita Ramayana dan Mahabarata, akan tetapi Wayang Wong Thengul mengambil tema cerita dari Serat Menak, karya Yasadipura II.
Kesenian ini sampai sekarang masih bisa eksis dengan segala keterbatasannya. Kesulitan dalam meregenerasi menyebabkan tersendatnya pengembangan. Kesulitan dalam mencari generasi penerus minimnya pertunjukan dan fasilitas yang terbatas menyebabkan kesenian ini mati suri. Namun demikian kesenian ini telah ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2021