Kerajinan Tradisional

Margokaton memiliki warisan kerajinan tradisional yang kaya dan terus dijaga lintas generasi. Di antara yang paling menonjol adalah kerajinan berbahan dasar bambu dan mendong, seperti anyaman mendong yang digunakan untuk tikar, serta besek, gedeg, kroso, gribig dan atap gerobak yang menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari maupun ritual adat. Warga juga memproduksi anyaman khas yang digunakan sebagai alas atau pelindung dinding rumah dan lincak bambu yang kokoh namun bernilai estetika.

Perajin genteng Giman masih melakukan pekerjaannya mencetak genteng secara tradisional di padukuhan Seyegan. Pemasaran produknya tidak saja dari tetangga, melainkan juga berasal dari luar Margokaton.

Di Padukuhan Somokaton, terdapat usaha rumahan pembuatan kostum bregada dan kubra yang digeluti oleh Moh Bisri, yang tidak hanya berkontribusi pada pelestarian budaya Jawa tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar Basti mampu memproduksi kostum tradisional berkualitas tinggi, bahkan pemasarannya telah merambah ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

Tak hanya kerajinan dari bahan alam, kegiatan produksi tempe, tahu, hingga genteng turut memperkuat identitas Mergokaton sebagai kalurahan penghasil kerajinan rumah tangga. Produk-produk ini bukan hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal yang tumbuh dari kebutuhan, sumber daya, dan kreativitas warga. Melalui tangan-tangan terampil para perajin, tradisi ini terus hidup sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya Margokaton.